WAMENKES KUNJUNGI INDOFARMA

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof Dr Ali Gufron Mukti, didampingi  pejabat Kemenkes  lainnya berkunjung ke PT Indofarma, Cibitung, Bekasi, pada 11  Februari lalu.  Kehadiran Wamenkes adalah untuk meninjau fasilitas produksi PT Indofarma yang terpusat di Cibitung Bekasi. Wamenkes mendapat informasi bagaimana Indofarma secara konsisten menerapkan aturan pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di semua lini proses produksi. Proses produksi juga selalu dikawal oleh unit In Process Control (IPC) agar semua produk memenuhi syarat. Unit IPC berada di bawah  Bidang Pemastian Mutu yang berwenang secara independen untuk meluluskan atau tidak meluluskan sebuah produk.

Seusai kunjungan pabrik, acara dilanjutkan dengan sharing session dan diskusi dengan peserta. Dalam  sambutan yang disampaikan Direktur Utama Djakfarudin Junus dijelaskan secara singkat sejarah PT Indofarma, perkembangan serta tantangannya kini. Perkembangan pada industri farmasi menuntut PT Indofarma untuk selalu menunjukkan kinerja yang terbaik, di samping memenuhi kebutuhan obat generik skala nasional. Dua hal tersebut yang membuat PT Indofarma harus pandai  mengelolanya agar perusahaan bisa berjalan secara efektif dan efisien. Lanjut Dirut, untuk itulah berbagai strategi perlu dilakukan  termasuk  kerjasama lebih erat dengan pemerintah seperti siap memperoleh “penugasan”, tentunya dengan memperhatikan regulasi yang ada.

Sedangkan Wamenkes  dalam  paparannya membahas tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang akan diimplementasikan pada  2014 mendatang. Wamenkes  memaparkan seluk beluk SJSN yang akan berjalan di 2014 yang pada awalnya ini  akan melayani sekitar 85 juta penduduk.  Ssaat ini sudah diberlakukan sistem e-catalogue sebagai persiapan menuju SJSN tersebut. Wamenkes menegaskan bahwa sistem e-catalogue dimaksudkan agar harga obat bisa sesuai dengan asas kompetisi yang sehat dan rasional, yakni tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah,   dan menjamin ketersediaan obat nasional. Wamenkes memprediksi  bahwa kebutuhan obat generik  dalam SJSN tersebut akan meningkat hampir 3 kali lipat dari saat ini berhubung harga obat generik adalah harga yang rasional.  Oleh karena itu ketersediaan obat generik haruslah terjamin, yang pilar utamanya adalah perlu adanya kemandirian bahan baku obat nasional.  Disadari bahwa sebagian besar  bahan baku obat nasional masih diimpor sehingga ada bila terjadi sesuatu maka impor tersebut bisa terhenti yang mengancam ketersediaan obat nasional. Di sini pemerintah mempertimbangkan akan “menugaskan” BUMN farmasi (termasuk Indofarma) agar mampu mandiri dalam bahan baku obat agar ketersediaan obat nasional dapat terjamin.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.