Friday, 10 September 2010 09:43:40 PM  
 
| Home | Site Map | Webmail
   

Multi Language

Corporate Events

August 2010 September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 35 1 2 3 4
Week 36 5 6 7 8 9 10 11
Week 37 12 13 14 15 16 17 18
Week 38 19 20 21 22 23 24 25
Week 39 26 27 28 29 30

Menu Login






Lost Password?
No account yet? Register
Home arrow Newsroom arrow News arrow Roche dan Indofarma Tandatangani Nota Kesepahaman Penapisan Hepatitis C
Roche dan Indofarma Tandatangani Nota Kesepahaman Penapisan Hepatitis C Print E-mail

 

Image
Penandatanganan Nota Kesepahaman Penapisan Hepatitis C
Upaya Awal Mewujudkan Sebuah Strategi Nasional Penapisan  Hepatitis C

Jakarta, 1 Februari 2010. PT ROCHE INDONESIA dan PT INDOFARMA (Persero) Tbk, hari ini di Jakarta telah menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan memberikan lingkup kerjasama teknis antara kedua belah pihak dalam penapisan Hepatitis C. Hal ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk penetapan sebuah kebijakan nasional penapisan Hepatitis C, yang kelak akan diintegrasikan ke dalam program surveilans Hepatitis C yang bertujuan mengarahkan dan mengevaluasi pencegahan, penatalaksanaan, dan pengendalian Hepatitis C. Kerjasama ini merupakan kerjasama awal yang kelak akan terus dikembangkan ke bentuk kerjasama di bidang lainnya di antara kedua belah pihak.  

 

Hepatitis C merupakan jenis virus hepatitis yang paling sering mengakibatkan penyakit hepatitis kronis dan juga yang paling besar menyebabkan kematian oleh karena sirosis hati dan kanker hati. Mengacu pada data WHO, diperkirakan sekitar 7 juta penduduk Indonesia sudah terinfeksi virus ini. Walaupun virus bisa hilang setelah menginfeksi, tetapi sekitar 75-80% orang mendapati virus ini menetap dalam tubuh mereka. Bagi yang menetap, 10% berkembang menjadi sirosis hati dalam 20 tahun dan 5% berkembang menjadi kanker hati. Dengan demikian, Hepatitis C jelas merupakan suatu permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat memprihatinkan. Penanggulangan infeksi Hepatitis C sudah berkembang dengan dramatis dengan tersedianya penatalaksanaan anti virus seperti interferon pegilasi dan Ribavirin. Tingkat kesembuhan bahkan sekarang sudah mencapai 60% dari keseluruhan pasien yang mendapatkan pengobatan tepat.

 

Indofarma memiliki alat diagnosis cepat Hepatitis C yang sangat murah dan bisa mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil pemeriksaannya. HCV Rapid Test merupakan sebuah pijakan awal strategi Indofarma yang bermanfaat untuk mengetahui secara kualitatif ada atau tidaknya anti bodi terhadap Hepatitis C di dalam serum atau plasma darah seseorang.

 

Roche berkomitmen kepada penanggulangan penyakit hepatitis C dan sudah memperkenalkan Roferon-A , sejak tahun 1990 untuk Hepatitis B dan C, yang kemudian diikuti oleh Pegasys untuk Hepatitis C dan sedang dalam program pengembangan untuk Hepatitis B. Roche memiliki merek tersendiri untuk Ribavirin, yaitu Copegus®, yang biasa digunakan bersamaan dengan Pegasys® untuk menatalaksana Hepatitis C. Roche juga memproduksi alat pemantauan dan diagnosis molekul Hepatitis B dan C. Di Indonesia, Roche sudah bekerjasama dengan Pusat Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan, dalam sebuah kerjasama swasta-pemerintah (2007-2009) untuk pengembangan sistem surveilans Hepatitis C nasional.

 

Keterangan foto :

Presiden Direktur PT. Roche Indonesia, Dr. Ait-Allah Mejri dan Presiden Direktur PT. Indofarma (Persero), Tbk., P. Soedibyo saat penandatanganan nota kesepahaman.

 
Copyright 2010 by Indofarma (Persero) Tbk