Friday, 03 September 2010 10:15:05 PM  
 
| Home | Site Map | Webmail
   

Multi Language

Corporate Events

August 2010 September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 35 1 2 3 4
Week 36 5 6 7 8 9 10 11
Week 37 12 13 14 15 16 17 18
Week 38 19 20 21 22 23 24 25
Week 39 26 27 28 29 30

Menu Login






Lost Password?
No account yet? Register
Home arrow Products arrow OGB (Obat Generik Berlogo)
Rifampicin 300 mg
Nama Produk: (Klik untuk navigasi ke produk lain)
Komposisi
Tiap kapsul mengandung rifampisina 300 mg.
Cara Kerja
Rifampisina adalah antibiotika oral yang mempunyai aktivitas bakterisida terhadap Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium leprae. Mekanisme kerja rifampisina dengan jalan menghambat kerja enzim DNA-dependent RNA polymerase yang mengakibatkan sintesa RNA mikroorganisme dihambat. Untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah resistensi kuman selama pengobatan, rifampisina sebaiknya dikombinasikan dengan antituberkulosis lain seperti INH atau Etambutol. Dengan antibiotika lain rifampisina tidak menunjukkan resistensi silang.
Indikasi
1. Tuberkulosis, sebaiknya dikombinasikan dengan antituberkulosis lain untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah resistensi kuman.
2. Lepra, tipe lepromatous, dimorfus dan tipe lain yang resisten atau intoleran terhadap antileprotik lain.
Dosis

Dewasa : 600 mg atau 10 – 20 mg/kg BB sehari, untuk penderita gangguan fungsi hati dosis tidak boleh lebih dari 8 mg/kg BB sehari.

Anak-anak : 10 – 20 mg/kg BB sehari, maksimum 600 mg sehari.

Pemberian obat 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Efek Samping
Reaksi yang timbul bisa berupa reaksi alergi dengan gejala-gejala demam, gatal-gatal, urtikaria, ruam kulit, eosinofilia, radang mulut dan lidah, hemolisis, hemoglobinuria, hematuria dan kegagalan ginjal akut.

Pada pemberian secara intermitten, Rifampicin dapat menimbulkan berbagai gejala sindrom kulit, sindrom abdomen, sindrom influenza dan sindrom pernafasan, gejala ini biasanya timbul 2 – 3 jam setelah pemberian obat di pagi hari dan gejala tersebut dapat hilang pada sore hari.

Gangguan saluran cerna, seperti mual, muntah, diare.

 

Gangguan SSP, seperti sakit kepala, vertigo, ataksia, gangguan penglihatan.

Efek samping lain, seperti trombositopenia, leukopenia, anemia hemolitik.

Kontraindikasi

Penderita yang hipersensitif terhadap Rifampicin, penderita dengan gangguan saluran empedu, serta selama kehamilan trimester pertama.

Interaksi Obat

Rifampicin dapat menginduksi enzim mikrosomosal, sehingga mempercepat inaktivasi beberapa macam obat lain, seperti obat antikoagulan oral golongan kumarin, obat kontrasepsi oral.

Kombinasi Rifampicin dengan obat antituberkulosis lain dapat mempengaruhi konsentrasi beberapa macam obat dalam darah, seperti metadon, oral hipoglikemik, turunan digitalis, dapson dan kortikosteroid.

Pemberian bersama-sama dengan PAS dapat menghambat absorpsi Rifampicin.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk dan kering.

Perhatian
Rifampicin tidak dianjurkan untuk wanita hamil, karena obat ini dapat menembus plasenta.
Pada penderita dengan gangguan fungsi hati, sebaiknya dilakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum dan selama pengobatan atau jika timbul gejala ikterus.
Rifampicin dan metabolitnya dapat menyebabkan air seni, tinja dan air liur, keringat, dahak dan air mata berwarna merah jingga.
Untuk ibu menyusui keamanannya belum diketahui dengan pasti.
Pada penderita tertentu, penggunaan dosis tinggi intermitten menimbulkan resiko hipersensitivitas renal.

Kemasan :Ktk 100
Harga:-,-
No. Registrasi :GKL8920910001A1
Copyright 2010 by Indofarma (Persero) Tbk