Dewasa : 600 mg atau 10 – 20 mg/kg BB sehari, untuk penderita gangguan fungsi hati dosis tidak boleh lebih dari 8 mg/kg BB sehari.
Anak-anak : 10 – 20 mg/kg BB sehari, maksimum 600 mg sehari.
Pemberian obat 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.
Efek Samping
Reaksi yang timbul bisa berupa reaksi alergi dengan gejala-gejala demam, gatal-gatal, urtikaria, ruam kulit, eosinofilia, radang mulut dan lidah, hemolisis, hemoglobinuria, hematuria dan kegagalan ginjal akut.
Pada pemberian secara intermitten, Rifampicin dapat menimbulkan berbagai gejala sindrom kulit, sindrom abdomen, sindrom influenza dan sindrom pernafasan, gejala ini biasanya timbul 2 – 3 jam setelah pemberian obat di pagi hari dan gejala tersebut dapat hilang pada sore hari.
Gangguan saluran cerna, seperti mual, muntah, diare.
Gangguan SSP, seperti sakit kepala, vertigo, ataksia, gangguan penglihatan.
Efek samping lain, seperti trombositopenia, leukopenia, anemia hemolitik.
Kontraindikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap Rifampicin, penderita dengan gangguan saluran empedu, serta selama kehamilan trimester pertama.
Interaksi Obat
Rifampicin dapat menginduksi enzim mikrosomosal, sehingga mempercepat inaktivasi beberapa macam obat lain, seperti obat antikoagulan oral golongan kumarin, obat kontrasepsi oral.
Kombinasi Rifampicin dengan obat antituberkulosis lain dapat mempengaruhi konsentrasi beberapa macam obat dalam darah, seperti metadon, oral hipoglikemik, turunan digitalis, dapson dan kortikosteroid.
Pemberian bersama-sama dengan PAS dapat menghambat absorpsi Rifampicin.
Cara Penyimpanan
Simpan di tempat sejuk dan kering.