Dosis tetap menggunakan saran dari dokter
Total dosis yang dianjurkan :
Rifampicin : 5 (4-6) mg/kg BB/hari
Pyrazinamide : 25 (20-30) mg/kg BB/hari
Ethambutol : 15 (10-20) mg/kg BB/hari
Setiap Rifastar® telah mengandung komponen tersebut diatas, maka dianjurkan dosis pemberiannya adalah 1 tablet/15 kg BB
| Berat Badan (kg) | Dosis/hari | Keterangan |
| >71 | 5 tablet | Diberikan sekali sehari (selama 2 bulan pertama pengobatan) |
| 55 - 70 | 4 tablet |
| 38 - 54 | 3 tablet |
| 30 - 37 | 2 tablet |
Untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal/ hati :
Rifampicin terkonsentrasi di plasma hampir sama dengan pasien dengan usia muda
Untuk pasien dengan fungsi hati normal tidak boleh kurang dari < 600mg per hari.
Pasien dengan gangguan fungsi hati dosis dapat disesuaikan sesuai petunjukk dokter
Rifampicin tidak perlu penyesuaian dosis pada saat dialisis
Isoniazid : untuk pasien geriatri, ganguan fungsi hati atau ginjal perlu dilakukan penyesuaian dosis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
Pyrazinamide : tidak diperlukan penyesuaian dosis
Etahmbuthol : pasien geriatri tidak perlu penyesuaian dosis, namun bila ada ganguan ginjal maka dosis harus disesuaikan tergantung tingkat keparahan ginjalnya
Administrasi
Single dose. Di minum 30 menit sebelum makan pagi
Rifastar® direkomendasikan sebagai initial phase pada penanganan TB, diberikan minimal selama 2 bulan
Overdosis :
Rifampicin : Mual, muntah, nyeri rongga perut, pembesaran hati, jaundice,peningkatan SGOT/SGPT, possible acute pulmonary oedema, lethargy, pusing, perubahan warna pada kulit, urine, air liur, air mata dan faeces
Isoniazid : (selama 3menit s/d 3 hari) : Mual, muntah, dizziness, pandangan kabur.
Pyrazinamide : Abnormal fungsi hati namun bila pemakian dihentikan akan segera kembali normal
Ethambuthol HCL : Disturbance in sense organs and special senses, especialy visual disturbances
Efek Samping :
Rifampicin : cairan tubuh menjadi kemerah-merahan, asimtimatik meningkat pada enzim hati, hematuria, hemolisa, peningkatan nitrogen urea darah (BUN) dan asam urat, nefritis intestinal, insufisiensi ginjal, rasa tidak nyaman pada lambung-usus, efek pada susunann saraf, perubahan hematologikal, ruam kulit, efek endokrin
Isonizid (INH) : Gangguan fungsi hati, hepatitis, gannguan fungsi lambung-usus,neuropati periferal, pusing, sakit kepala bila terkena cahaya, reaksi alergi, perubahan hematologikal
Pirzinamide : peningkatan sementara transaminase serum, hepatotoksisitas, hepatomegali, sakit kuning, hiperurisemia, nefritis intestinal, disuria, gannguan lambung-usus, perubahan hematologikal, reaksi alergi
Ethambutol : Kacau/bingung, disorientasi, sakit kepala, gangguan penglihatan, sakit kuning, disfungsi hati sementara, gannguan lambung-usus, perubahan hematologikal, efek alergi, gout akut (jarang)
Interaksi Obat :
Hindari pemakaian bersama oral kontrasepsi atau terapi pengganti hormon, antikoagulan, antasid dan simetidine, analgetik opioid, Morphin, Kodein, Disulfiram, antidepresan, obat gout, kortikosteroid, obat yang mengandung sulfinpyrazone, alopurinol, colchicine dan probenecid, Kloramfenikol, Ketokonazol, Dapsone, Methadone, Teofilin, siklosporin A , Azatioprin, Diuretika dan obat neurotoksis
Peringatan :
Selama pengobatan dengan Rifastar®pasien tidak mengkonsumsi alkohol
Rifastar® menyebabkan perubahan warna lensa kontak, dianjurkan tidak memakainya selama pengobatan atau 1 minggu setelah pengobatan dihentikan
Pemakaian pyrazinamide > 10 mg/kg akan beraksi terhadap kerja syaraf perifer, dianjurkan agar berhati-hati bila bersamaan dengan pengoperasian mesin dan kendaraan
Kontra Indikasi :
Hypersensitif terhadap rifampicin dan /atau isoniazid dan/atau pyrazinamide dan komponen lain penyusun Rifastar®, hepatitis yang diinduksi oleh obat, Penyakit hati, Neuritis peripheral atau optikal, disfungsi ginjal, epilepsy dan alkoholisme kronik
Penyimpanan :
Simpan dibawah suhu 30°C, terhindar dari panas, sinar matahari dan kelembapan